Selasa, 28 Desember 2010

Teknik Membuat Biakan Murni


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Isolasi bakteri merupakan suatu cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungan sehingga diperoleh kultur atau biakan murni. ada beberapa cara umum yang dapat dilakukan dengan cara goresan(steak plate), cara taburan atau tuang(pour plate), serta mikromanipulator(the micromanipulator methods). (lim,2001). Secar alami, bakteri di alam ditemukan dalam populasi campuran. Hanya dalam keadaan tertentu saja populasi ini ditemukan dalam keadan tertentu saja populasiini ditemukan dalam keadaan murni . Untuk dapat mempelajari sifat biakan, morfologi, dan sifat faalinya, maka organisme yang akan diteliti harus dapat dipisahkan. Ini berarti bahwa haruys ada biakan murni yang hanya mengandung satu jenis bakteri saja.
Untuk memperoleh biakan murni dapat dilakukan pengenceran dengan menggunakan bahan cair atau padat. Pada mulanya digunakan gelatin sebagai bahan pemadat. Teknik untuk memperoleh biakan murni ada 3 cara, yaitu: teknik penggoresan agar, teknik agar tuang, teknik agar sebar. 
1.2 Tujuan 
Untuk memperoleh biakan murni bakteri


BAB II
DASAR TEORI
persyaratan utama bagi isolasi dan kultuvasi fage adalah harus adanya kondisi optimum untuk pertumbuhan organisme inangnya. Sumber bakteriofag yang paling baik dan paling utama adalah habitat inangnya. Sebagai contoh fage coli yang dijumpai di dalam pencernaan dapat diisolosi dari limbah atu pupuk kandang. Hal ini dilakukan dengan sentifugasi atau filtrasi bahan sumbrnya dan penambahan kloroform untuk membunuh sel-sel bajterinya.( adams, 2000)
Ada beberapa cara yang digunakan untuk bakteri, fungi, dan khamir dengan metode garis, metode tuang, metode sebar, metode penuangan, serta micromanipulator. Dua diantaranya yang paling sering banyak digunakan adalah teknik cawan tuang dan cawan gores. Kedua metode ini didasarkan pada prinsip yang sama yaitu mengencerkan organisme sedemikian rupa sehingga individu species dapat dipisahkan (plezar, 2006)
Mikroorganisme dibiakan di laboratorium yang terdiri dari bahan nutrient. Biasanya pemilihan medium yang dipakai bargantung pada banyak faktor seperti apa jenis mikroorganisme yang akan ditumbuhkan. Perbenihan untuk pertumbuhan bakteri agar dapat tetap dipertahankan harus mengandung sema zat makanan yang diperlukan oleh mikroorganisme tersebut. Faktor lain seperti pH, suhu, dan pendimginan harus dikendalikan dengan baik. (Buckle, 2007)
Selain untuk tujuan diatas medium juga memiliki fungsi lain seperti tempat untuk mengisolasi, seleksi, evaluasi dan differensiasi biakan yang didapatkan. Agar tiap-tiap medium memiliki karakteristik yang sesuai dengan tujuan sehingga seringkali digunakan beberapa jenis zat tertentu yang mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroba(Suriawiria, 2005)
Beberapa Indikasi pembiakan bakteri pada laboratorium mikrobiologi meliputi
  1. Pengasingan (Isolasi) mikroba pada biakan bakteri.
  2. Menunjukkan sifat khas mikroba
  3. Untuk menentukan jenis mikroba yang diisolasi dengan cara-cara tertentu
  4. Untuk mendapatkan bahan bakteri yang cukup untuk membuat antigen dan percobaan serologi lainya
  5. Menentukan kepekan kuman trhadap antibiotik
  6. Menghitung jmlah kuman
  7. Mempertahankan biakan mikroba (Anonymous, 2010)
    Pengembangbiakan Dalam Cawan Petri Ada Beberapa Metode, yaitu:
    1. metode Cawan gores(Steak Plate)
    Prinsip metode ini yaitu mendapatkan koloni yang benar-benar terpisah dari koloni yang lain, sehingga mempermudah proses isolasi. Cara ini dilakukan dengan membagi 3-4 cawan petri. Ose steril yang telah disiapkan diletakkan pada sumber isolat, kemudian menggoreskan ose tersebut pada cawam petri berisi media steril. Goresan dapat dilakukan 3-4 kali membentuk garis horisontal disatu cawan. Ose disterilkan lagi dengan api bunsen setelah kering ose tersebut digunakan untuk menggores goreskan sebelumnya pada sisi cawan kedua. Langkah ini dilanjutkan hingga keempat sisi cawan tergores.
    2. Metode Cawan Sebar (Spred Palte)
    Teknik spread palte (lempeng sebar) adalah suatu teknik didalam menumbuhkan mikroorganisme didalam media agar dengan cara menuangkan stok kultur bakteri atau menghapuskanya diatas media agar yang telah memadat. Sedangkan pour plate kultur dicampurkan ketika media masih cair (belum memadat). Kelebihan teknik ini adalah mikroorganisme yang tumbuh dapat trsebar merata pad abagian permukaan media agar.
    3. Teknik Dilusi (Pengenceran)
    Tujuan dari teknik ini adalah melarutkan atau melepaskan mikroba dari substratnya kedalam air, sehingga lebih mudah penanganannya. Sampel yang telah diambil kemudian disuspensikan dalam akuades steril. Teknil dilusi sangat penting dalam analisa mikrobiologi. Karena hampir semua metode penelitian dari penghitungan jumlah sel mikroba menggunakan teknik ini, seperti: TPC ( Total Plate Counter)
    Ada beberapa tahap yang harus dilakukan sebelum melakukan teknik penanaman bakteri (inokulasi), yaitu:
    a. Menyiapkan Ruangan
    Ruang tempat penanaman bakteri harus bersih dan keadaannya harus steril agar tidak terjadi kesalahan dalam pengamatan atau percobaan
    b. Pemindahan Dengan Pipet
    Cara ini dilakukan dalam penyelidikan air minum atau untuk penyelidikan diambil 1 ml. Contoh yang akan diencerkan oleh air sebanyak 99ml murni
    3.Pemindahan Dengan Kawat Inokulasi
    Ujung kawat ini sebaiknya dari platina atau nikel. Dalam melakukan penanaman bakteri kawat ini terlebih dahulu dipijarkan sedangkan sisinya tungakai cukup dilewatkan nyala api saja setelah dingin kembali kawat tersebut disentuhkan lagi dalam nyala api ( Plezar, 2006)
    Beberapa Metode Dlam Teknik Inokulasi
    1. Biakan Agar Cawan
    Kultur mikroba dibiakkan dengan cara menginokulasi pada agar cawan, dimana penyebaran kultur dilakukan dengan goresan diatas agar. Ada beberapa cara untuk menggoreskan kultur pada agar cawan yaitu: goresan lagsung, goresan kuadran, dan goresan radian.
    2. Biakan Agar Tuang
    Digunakan untuk mengencerkan atau mengisolasi yang terdapat pada contoh. Setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu, koloni akan tumbuh pada permukaan dan bagian bawah agar.
    3. Biakan Agar Miring dan Agar Tegak Dapat dilakukan dengan cara menggoreskan secaa zig-zag pada permukaan agar miring menggunakan jarum ose yang bagian atasnya dilengkungkan. Car ini juga dilakukan pada agar tegak untuk meminimalisir pertumbuhan mikroba dalam keadaan kekurangan oksigen. Usah mencegah masuknya mikroorganisme yang tidak diinginkN dan untuk menanam suatu spesies terdapat baberapa cara, yaitu: Penanaman dengan penggoresan Penanaman lapangan Biakan agar tabung (Rusdimin, 2003)  
    BAB IV
    PEMBAHASN
                Pada praktikum yang telah dilakukan pada medium lempeng ditemukan baakteri Staphylococcus aereus Staphylococcus aereus adalah bakteri garm negative aerob obligat, berkapsul, mempunyai flagell polar sehingga bakteri ini bersifat motil, berukuran sekitar 0.5-1mm. bakteri ini menghasilkan spora yang tidak dapat menfermentasikan karbohidrat. Pada uji biokimia bakteri ini menghasilkan hasil negative pada uji. Bakteri  ini secara luas dapat ditemukan di alam, contohnya ditanah, air, tanaman, dan hewan. P. aeruginosa memproduksi adalah pathogen oportunistik. Bakteri ini merupakan penyebab utama infwksi pneumonia nosokomial. Meskipun begitu, bakteri itu dapat berkolonisasi pada manusia normal tanpa menyebabkan penyakit. (Jurnal Framesti,2010)
                Ketika bakteri ini ditumbuhkan pada media yang sesuai, bakteri ini akan menghasilkan pigmen nonfluoresan berwarna kebiruan, piosianin. Staphylococcus aereus pada cawan petri. Pada penanaman inokulasi bakteri ini, ditunjukkan dengan adanya penampakan bakteri di atas permukaan media, ini menunjukkan bahwa bakteri ini bersifat aerob, bakteri ini menuju keatas untuk mendapartkan oksigen lebih banyak, warna agar tetap putih tapi ada bintik biru dan terdapat lender berbentuk zig-zag (Anonymous, 2010)
                Pada medium miring, tidak dapat di identifikasikasi jenis bakterinyya, karena medium miring mengalami kerusakan pada penggoresannya karena terlalu dalam saat menggores sehingga mengenai medium agarnya.
    KESIMPULAN
    Isolasi bakteri merupakan suatu car mudah untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungan sehingga diperoleh kultur murni atau biakan murni.
    pada praktikum teknik biakan murni didapatkan bakteri staphylococcus aereus. Staphylococcus aereus adalah bakteri gram negative aerob obligat, berkapsul, berbentuk basil, bidang pandangnya mikroskopis berukuran sekitar 0,5-1mm
    Staphyylococcus secara umum dapat ditemukan di alam seperti tanah, air, tanaman, dan hewan
    Termasuk gram negative, Karen dapat mempertahankan warna ungu
    Pada media lempeng warna agar tetap putih mengkilap, tapi ada bintik biru dan terdapat lender berbentuk zig-zag
    Medium miring mengalami kerusakan karena penggoresan yang terlalu dalam sehingga mengenai agarnya sehingga tidak dapat diidentifikassi.
    DAFTAR PUSTAKA
    Adam,M. 2000. Mikro Biologi Dasar. Jakarta : Erlangga
    Buckle.2007 Mikrobiologi Terapan. Universitas Gajah Mada: Yogyakarta
    Framesti.2010. Dasar-Dasae Mikrobiologi. Jakarta: Jantaran
    Plezar.2006. Dasar-Dasar-Mikrobiologi. Jakarta : UI Press
    Rusdimin.2003. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Jakarta: Pt Gramedia
    Suriawiria. 2005. Pengantar Mikrobiologi. Jogjakarta: UGM Press
    Anonymous.2010. http:// www.scrib.com./ doc/403051141 Jenis-Jenis Pemindahan Mikroba  (Diakses tanggal 25 Nopember 2010)
    Anonymous. 2007.http://www.scrib.com/doc/ 15546953 Morfologi Koloni Bakteri (diakses tanggal 25 Nopember 2010)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar